Go Green Campaign 3.0

Finally finally finally!

Akhirnya saya berhasil menyelesaikan satu tugas dengan baik. oh, saya belum pernah cerita ya? Hahaha. Okay, karena sudah selesai dan saya sudah siap untuk bercerita, maka kali ini, akan saya tuturkan tentang kesibukan saya belakangan ini ehcieh sok sibuk

Jadi, sejak Juni lalu saya berpartisipasi dalam Go Green Campaign 3.0 yang diorganisir oleh ICA-Asia & Pacific Youth Committee on Cooperation sebagai content writer. Awalnya, iseng banget mau ndaftar kegiatan ini karena sering dibicarakan sama Ahsan Ali Thakur, Chairpersonnya. Walaupun belum pernah ketemu (padahal sama-sama di GYF tapi dia balik duluan ke Pakistan) kita udah ngobrol cukup banyak soal kegiatan ini dan saya ditawari untuk jadi volunteer di kegiatan ini bahkan sering ngobrol di jalur pribadi buat bahas sejak bulan April, gimana nih siapa yang bisa terlibat da apa aja yang bisa kita lakukan. Saya awalnya sih mikir oh ini kegiatan internasional, asik aja sih.. namun kalo di ruteng apakah aka nada exposure yang baik? terus koperasi local apa mau terlibat ya.. karena sejauh yang saya temui, anak muda di sekitar masih jadi karyawan aja di koperasi, tapi berkoperasi by choice, di NTT belum pernah ketemu tuh. Nah, berhubung saat itu saya sedang jadi pengangguran yang senang menyibukkan diri karena jomblo maka mendaftarlah saya di kegiatan ini, ngirim email dan ikut interview. Kabarnya sih banyak banget yang ndaftar. Jadi saat interview dengan kemampuan bahasa inggris yang pas-pasan dang a punya pengalaman jadi content writer, mendaftarlah saya. masih pake prinsip lama: terima dulu, belajar kemudian. Saya sih ga begitu berharap buat masuk, intinya udah menunaikan janji untuk mendaftar dan do whatever I can buat ikut ini, udah cukup. kalaupun ditolak maka ga kecewa amat karena udah usaha. Eh, diluar ekspektasi, keterima dong! Saya satu-satunya volunteer internasional dari 4 volunteer yang semuanya berasal dari Pakistan. Bingung mau seneng ato males karena nantinya bakalan banyak tugas, saya jalanin aja.

Jadi, saya udah mulai terdaftar sejak awal Juni lalu untuk berpartisipasi dalam campaign ini. daaan mulailah minggu-minggu sibuk saya, meeting setiap hari di beberapa project termasuk campaign ini, belum pekerjaan lainnya yang cukup menyita waktu. Ditambah lagi masalah pribadi yang bikin performa menurun. Wuah banyak banget deh hal yang terjadi. Kecelakaan mobil, dan beberapa hari lalu kecelakaan motor yang sakitnya sampe hari ini masih berasa. Agak terbebani parah sampai akhirnya merasa bosan dan pengen kabur dari semua hal, tapi ternyata setelah kabur masalahnya dating lagi. Saya jadi mikir: daripada kabur mending dihadapi deh. Mending diselesaikan pelan-pelan lalu bangkit lagi, selesaikan apa yang sudah dimulai. Siapa suruh dulu ndaftar ke jebakan Batman. Ada volunteer yang akhirnya menyerah dalam kegiatan ini dan akhirnya hanya saya dan 2 teman lainnya yang menyelesaikan semua tugas selama campaign. Ga pengen kaya gitu juga karena trauma di masa lalu, saya memaksa diri saya untuk terus bertahan. Padahal aslinya pengen kabur aja nih.. ga tahan sama kultur kerja dikejar-kejar, apalagi kita volunteering kan.

Akhirnya, saya memutuskan untuk kembali kooperatif menyelesaikan semua tugas yang ada, mulai dari membuat laporan berbahasa inggris yang cukup melelahkan, mikirin content, riset tentang go green campaign di seluruh dunia demi content yang hanya satu paragraph, menyesuaikan waktu karena interval antar Negara sampai manajemen emosi menghadapi kolega yang mengejar-ngejar kerjaan, kerjaan di dunia nyata yang butuh tubuh harus hadir dan manajemen perasaan yang sempat amburadul karena cinta-cintaan: semua ini benar-benar membuat saya bertumbuh – karena drama, karena manajemen waktu dan profesionalisme. Saya menjadi lebih mengenal diri saya sendiri, tentang kelemahan saya selama mengerjakan project ini dan bagaimana saya memperbaikinya di masa depan saat berpartisipasi dalam kegiatan lainnya. Oh, satu lagi: belajar buat ngarang laporan dalam bahasa inggris dengan jumlah kata yang ditentukan. Wih itu ngimprove banget bahasa inggris yang kacau, speaking yang ga jelas dan akhirnya sekarang kalo diajak ngobrol pake bahasa inggris enak-enak aja hhahahahah. Dan beberapa hari lalu setelah seluruh tugas selesai dalam campaign ini, saya mendapatkan email ucapan selamat karena sudah menjadi volunteer dan menyelesaikan tugas dengan baik selama menjadi representative ICYC. Dan email itu menandakan berakhirnya tugas kami sebagai volunteer.  Jingkrak-jingkrak dong dapet email ini. akhirnya kerjaan beres dan saya udah ga perlu dikejar deadline lagi, hanya menyelesaikan tanggungjawab yang tersisa: ngereport which is I hate so much. Ngumpulin niat buat ngerjain report itu bisa lebih lama daripada ngerjain reportnya. Tapi ya namanya tanggungjawab, harus dikerjain.

Nah, malam ini, kami meeting terakhir nih buat refleksi bersama tentang apa yang udah kita kerjain selama campaign. Banyak banget hal yang kita refleksikan, termasuk kelemahan diri sendiri dan bagaimana kita perbaikinya. Saya juga punya refleksi yang cukup banyak sih soal event ini, apalagi saya yang paling banyak ngedumelnya, saya sendiri yang berbeda, saya paling banyak ‘kecelakaannya’, alasannya de el el. Saya baru menyadari bahwa sebenernya saya ini lemah banget di sosial media. Saya ga bisa dikasih tugas untuk selalu update sosial media, padahal di whatsapp selalu asik banget upload2 story haha. Selain itu, kesibukan selama ini buat saya jadi ga produktif karena time management yang rendah. Walaupun sering ngomong time management ke orang lain, saya juga masih belajar soal ini, gimana memaksimalkan semua kesibukan saya agar bisa jadi lebih produktif dan semua hal yang saya kerjakan itu bisa ada hasilnya. Kadang kan kita sibuk doang ya, tapi ternyata saat ditanya outputnya apa kita malah bingung, eh tadi ngerjain apa ya? Gitu.. nah itu yang kedepannya akan saya coba untuk improve kedepannya. Mungkin akan mengurangi mendaftar ke ‘Jebakan Batman’ dan lebih produktif untuk diri sendiri: baca buku atau ikut-ikutan kelas online misalnya.. btw ini jam kursus online dan lu masih blogging, Ki. Apa kabar time management?

Selain itu, ada sepatah dua patah kata nih dari Ahsan sebagai penutup. Dia ngasih pesan ke masing-masing orang yang terlibat tentang bagaimana mengembangkan diri dan menjelaskan kalo ini semua adalah proses belajar, kita sudah mampu berefleksi tentang diri sendiri dan bagaimana memperbaikinya di masa depan. Nah sampai ke saya, karena saya lebih banyak mendengarkan dia nanya, “Kiki, are you dead?” auto ngakak dong. “No, I’m still alive,” saya jawab gitu sambil ketawa. Katanya, kalo ngobrol sama saya, saya kelamaan diam dan mendengarkan jadi orang takut kalo tiba-tiba saya mati saat ngobrol. Si Ahsan ini agak receh emang hahahaha. Dia ngasih pesan kira-kira gini ke saya:

“Kiki, people made mistakes. Everyone does. So many things happened during this project and everyone made mistakes and they learn from that. Here’s the thing: don’t forget, you are potential and unique person, you are different. You got the opportunities that people may can’t have that. Not every people can get a chance to learn like you, not every people can get achievement like you did. You have to get a pride from that. You got a chance to be in this campaign to represent yourself, your cooperative, your city, your country and your region. People will know your name, people will recognize you but still keeping yourself on learning mode to get more achievement in your life. So keep learning, keep improving and do your best.”

Selama dia ngomong gitu, saya agak tertegun sambil flashback kembali apa yang sudah saya alami selama berpartisipasi dalam meeting ini. ah sumpah, banyak banget yang buat saya bertumbuh dan lebih dewasa. Saya jadi ingat salah satu firman Allah: “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu. Dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu (QS. Al-Baqarah 216).

“You’re not dead, right?” Tanya Ahsan lagi sambil tertawa.

Bersyukur banget akhirnya bisa selesaikan semua tugas hingga hari terakhir, dan ini rasanya pencapaian banget karena sebelumnya saya selalu kabur ketika sudah tidak sanggup mengerjakan sesuatu lagi. Jarang berada sampai di hari terakhir, dan dapat ucapan selamat kaya gini. Terima kasih banyak Aqsa dan Ali, yang udah sabar banget sama volunteer rewel kaya saya. terkendala bahasa, pemahaman dan emosi yang bercampur aduk tapi kita masih solid banget buat kerjasama sampai project ini selesai.

Pelajaran paling penting yang saya dapatkan: hadapi, jangan lari. Selesaikan, jangan ditunda.

Alhamdulillah, selesai dengan baik, semuanya.

Dan akhirnya pede dong pajangin foto waktu campaign kemarin:

Buat yang pengen tahu lebih banyak soal Go Green Campaign 3.0 yang saya kerjakan bersama 2 volunteer lainnya, yuk cek disini. Ada video yang sempat saya buat untuk kampanye juga lhoo.. ini dia!

Sekali lagi, bersyukur banget pernah ambil kesempatan ini, belajar dan bisa bertumbuh dengan orang-orang yang benar-benar berbeda dengan kita. banyak sekali hal yang bisa didapatkan. Nah, kalau ditanya lagi apa mau terlibat untuk event internasional selanjutnya? mau, tapi nanti ya.. untuk sekarang saya lagi pengen istirahat dulu, habiskan dan maksimalkan project-project yang sedang on progress biar bisa maksimal dan saya bisa liburan tanpa harus mikirin kerjaan apapun :D

Comments

Popular Posts