Resensi Buku: Al-Qur'an antara Tuduhan dan Realitas
Judul buku: Al-Qur’an antara Tuduhan dan Realitas
Penulis: Irja Nasrullah
Penerbit: PT Elex Media Komputindo
Tahun Terbit: 2016
Dimensi: 20×14cm
Tebal buku: 154 halaman
Al-qur’an adalah wahyu Allah swt yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw dalam bahasa arab dan beliau menerimanya dalam keadaan sadar. Ia diriwayatkan bersanad, melalui jalur periwayatan yang tidak pernah terputus, sejak diturunkannya kepada Nabi Muhammad saw, hingga hari Kiamat. Pada hakikatnya, hanya Allah swt yang mengetahui hikmahnya mengapa Al-qur’an diturunkan dalam bahasa arab, namun apabila ditilik kembali, ternyata ada keistimewaan bahasa Arab, diantaranya adalah memiliki system bunyi, cara pengucapan, pembentukan kata, struktur kata dan sejenisnya yang tidak akan ditemukan dalam bahasa lainnya di dunia. selain itu, bahasa arab memiliki pengaruh terhadap bahasa-bahasa lainnya misalnya terhadap bahasa di Eropa, contohnya algebra (al-jabr), jasmine (Yasmin) sugar (sukkar) dan banyak lainnya. Ada beberapa keseimbangan yang terdapat di dalam Al-qur’an yang dijelaskan oleh buku ini, antara lain adalah keseimbangan antara jumlah bilangan kata dan antonimnya, keseimbangan jumlah bilangan kata dan sinonimnya, keseimbangan antara jumlah bilangan kata dan jumlah kata yang menunjuk pada akibatnya, keseimbangan antara jumlah bilangan kata dan penyebabnya dan beberapa keseimbangan khusus lainnya seperti kata yaum (hari) dalam bentuk tungal sejumlah 365 hari, pengulangan sebanyak tujuh kali tentang penjelasan ‘tujuh’ jumlah langit, penyebutan nama nabi, rasul pembawa berita yang disebutkan sejumlah 518 kali, sesuai dengan jumlah penyebutan nama nabi, rasul dan pembawa berita sejumlah 518 kali. Untuk lebih jelasnya terkait dengan keseimbangan-keseimbangan ini, klik disini
Al_Qur’an merupakan kitab terakhir yang menyempurnakan kitab-kitab sebelumnya. Kitab-kitab sebelumnya seperti kitab Taurat yang diturunkan kepada nabi Musa As, dan Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa As. Al-qur’an membenarkan kitab-kitab tersebut, kemudian menambahi apa yang kurang serta mengoreksi hal-hal yang perlu dikoreksi. Buku ini mematahkan tuduhan-tuduhan yang dilayangkan kepada Al-qur’an, antara lain: Al-qur’an merupakan karangan Nabi Muhammad saw, Al-qur’an merupakan sihir Rasulullah SAW, dan mnenjelaskan tentang hal-hal gaib yang dibahas dalam Al-qur’an.
Buku ini menerangkan tentang tafsir tematik terhadap Al-qur’an yang pada dasarnya telah ada sejak masa Rasulullah saw. Metode ini merupakan metode yang membahas tiap ayat Alquran secara detail dan menyeluruh, sehingga pemahaman menjadi utuh untuk membenarkan cara pandang terhadap Al-qur’an, memperbaiki metode penafsiran dan menyempurnakannya, dan mengoreksi kaidah-kaidah ilmiahyang telah ada. buku ini juga menjelaskan beberapa keunggulan tafsir tematik untuk era ini, antara lain adalah menerangkan ayat-ayat Al-qur’an yang dikira bertentangan, menjelaskan penyebab pertentangan zahir ayat-ayat Al-qur’an, menelisik pengulangan ayat dalam Al-qur’an, dan menjelaskan mengapa terjadi pengulangan kisah dalam Al-qur’an.
Buku ini juga menelusuri tentan ayat-ayat perang yang didahulu dengan menjelaskan karakter dakwah islam yang menempatkan manusia sesuai dengan karakter penciptaannya, dan juga menjelaskan kapan waktu bagi umat Islam untuk diizinkan berperang. Kemudian pada bab terakhir buku ini mengangkat tentang Al-qur’an sebagai spirit kemajuan. Pada bab ini menurut saya lebih mengarah kepada refleksi keberadaan kita sebagai manusia sebagai hamba dan Allah swt sebagai pencipta manusia, juga bagaimana kita menjalani kehidupan kita dalam hubungan hablumminannas dan habblumminallah.
Buku ini cukup ringan untuk dibaca oleh masyarakat awam karena mengunakan bahasa yang cukup komunikatif dan mudah dicerna, sesuai dengan mukadimahnya yang menjelaskan bahwa memang buku ini targetnya adalah masyarakat umum, yang katanya kebanyakan buku ‘ulûm al-qurân ini hanya dirancan untuk kalanan terpelajar dan akademisi saja. Cukup recommended kalau menurut saya, cocok untuk bacaan bagi yang ingin mendalami pemahaman tentang Al-qur’an.

Comments
Post a Comment