Reuni

Hari ini hari senin. Rencananya pulang mau langsung ngerjain notulensi buat nyicil kerjaan kemarin. Tapi rasanya kok belum bisa lega sebelum nyeritain dulu tentang hari ini hehe. Jadi deh nunda lagi ngerjain notulensinya dan positif, kerjaan nunggak lagi. Gapapaaa nanti bakalan ada partner yang bantuin (senengnyaaaa punya partner kayak Nanang!😁).

 Hari ini, saya janjian sama temen dekat, sahabat bahkan sudah bisa dibilang seperti saudara yang lengket walaupun kita jauh beribu-ribu kilometer. Namanya Luisa Liastuti Dayu Salem, cukup dipanggil Dayu aja sih, gak usah Luisa Liastuti bla blab la bla kepanjangan kayaknya. Kita berteman sejak SMA, dan tambah akrab waktu tau kalau orang tua kita saling kenal, dan setelah ‘nunduk’ (istilah orang manggarai untuk mencari silsilah keluarga) ternyata kami masih keluargaan walaupun masih jauh dan… eh kok jadi ngelantur gini.
Iya, ceritanya si Dayu ini baru pulang liburan dari manggarai dan kita janjian ketemu di Kupang, dan hari inilah janjiannya. Saya sampai bolos dari kantor lho Cuma buat dia, tapi jangan bilang-bilang bu Ansy dan Kak Puput ya.. Nanti permohonan perpanjangan magang saya bisa gak dikabulkan.. hehe. Back to topic, kita ketemu di rumah kakanya yang berlokasi di Liliba, dimulai dari pelukan kangen berat, kalau tidak salah terakhir kali kami ketemu 2015 lalu, waktu dia mampir ke Kupang untuk ketemu alm papanya di Kefamenanu. setelah kangenan singkat di rumahnya kak Wendy, kami makan siang di KFC Frans Seda dan ngehabisin waktu disitu sekitar hampir 2 jam dan tidak kehabisan bahan sama sekali, bahkan nambah ini itu yang membuktikan bahwa memang kita benar-benar butuh bicara banyak, karena teman dekat saya selama SMA ya dia, temen jalan dan ‘wadah’ yang cukup buat saya sampaikan banyak hal private. Berhubung hujan, jadinya betah juga ngobrol disana berdua dengan suara yang tinggi dan dialek manggarai yang kental, sampai ada beberapa orang yang menoleh kea rah kami, mungkin karena terlalu berisik atau lucu mendengar dialek kami. Kami sih asik-asik saja, kami tidak kenal mereka kok! Hehe
 Si Dayu pengen ke pantai katanya, padahal cuaca lagi hujan nih, bingung juga sayanya, gimana mau ngajak kepantai saat mendung dan pantainya lagi gak bagus (disamping sampah banyak, juga saat hujan begini biasanya pantainya berair keruh sehingga kurang sedap dipandang) jadilah saya ngajak dia ke Ketapang 1 yang jaraknya tidak begitu jauh ke kota, tujuannya supaya nanti kalau mau jalan kemana-mana gampang… Tadinya sih mau ngajakin ke Bil’s tapi kayaknya terlalu jauh dan takut kehujanan di jalan. Sampai sana, kita juga punya baaaaanyak hal untuk dibicarakan, mulai dari gossip, cerita soal orang tua, teman-teman, saudara dan siapapun yang kami berdua kenal, sampai kami bosan disana. Saat mulai bingung mau kemana, tiba-tiba terbersit pikiran untuk buat reuni kecil-kecilan sama anak sekelas dulu, tepatnya kelas 3 IPS1 di SMAN 1 Langke Rembong. Yup, saya alumni SMANSA Langke Rembong, dan yaaa bangga lah untuk jadi lulusan sekolah yang bergengsi di jamannya. Hihi. Kami lalu menghubungi Sandy dan Alsy, untuk jadikan tempatnya jadi tempat reunian kami nanti. Setelah sepakat, kami langsung menuju kesana dan langsung disambut mereka berdua. Momentnya juga pas sih, karena hampir setahun terakhir, saya hampir tidak pernah bertemu dengan mereka karena kesibukan saya, jadinya jarang ada waktu untuk berkumpul bersama anak-anak SMA dulu. Setelah sampai disana, kami mulai menghubungi teman-teman yang punya kemungkinan untuk hadir di reunian kecil-kecilan ini. Sebanyak mungkin kami kumpulkan, dan yang bisa hadir adalah Etrin, Bosco, Nansi, dan Dus ‘kimboy’ plus yang hadir via video call: Andro. Kami berbicara banyaaaaaaak sekali, mulai dari Tanya kabar, gambar kembali denah kelas dan menugaskan yang baru datang untuk melengkapi denah, pertanyaan kapan wisuda (pertanyaan yang paling saya benci untuk saat ini) dan mulai ber’nostalgila’ masa-masa kami SMA dulu. Untungnya kami sekelas sehingga kalau ada yang bercerita semuanya nyambung dan antusias, kecuali kalau kami bercerita tentang masa kelas 1 SMA, karena notabene Dayu masuk ke SMA kami sejak kelas 2 sehingga baru nyambung saat ‘nostalgila’ saat SMA kelas 2 saja, tapi itupun tidak menyurutkan ketawanya dia kalo kita ceritain hal-hal lucu waktu kelas 1 dulu. Kami juga nonton beberapa video yang membuat kami berdecak kagum, ketawa dan saling menghina satu sama lain. Video call dengan Andro di Malang, tertawa dan kangen-kangenan, voice note via bbm dan banyak hal seru lainnya, seperti menghubungi Ari, Elbert dan Yudi yang sebelumnya sudah bertemu dengan Dayu di Ruteng tetapi saat itu kami tidak ada, menghubungi teman-teman yang sedang KKN di luar kota sehingga tidak dapat bergabung, (ceritanya untuk bikin mereka sakit hati karena kami reuni hihi) sampai kami lelah sendiri dan pamit pulang, karena hari sudah larut malam.
Pertemuan kami hari ini memang tidak direncanakan, karena memang awal rencananya tidak ada kumpul-kumpul seperti ini, tetapi saya sangat bersyukur akhirnya bisa bertemu lagi dengan teman-teman lama yang selama di Kupang, bahkan hampir tidak pernah ketemu, seperti Etrin dan Dus. Kebetulan Dayu ada dan memang dia yang paling jauh diantara kami, kenapa tidak melepas rindu dengan semuanya? Dan terbukti banyak sekali hal yang kami bicarakan hingga lupa waktu, saling mengomentari dan tertawa bersama. Sayapun mulai bisa kembali mengingat Bahasa daerah manggarai yang kalau berbicara dengan orang lain sangat kaku dan kadang lupa. Hehe





Senang, bersyukur dan bangga, karena punya teman yang sama sekali tidak lupa walaupun jauh, tidak lupa dengan teman seperjuangan, tidak lupa dengan asal walaupun mungkin sibuk berkiprah dibidangnya masing-masing. Saat bertemu tidak menyombongkan diri, tetapi tetap sama seperti ‘dia’ yang sebelumnya, seperti yang dikenal di awal, walaupun kedewasaannya yang mungkin menjadi lebih. Terima kasih untuk reuni hari ini, akhirnya rindu yang membuat sesak, bahan yang selama ini tidak nyambung bila dibicarakan dengan orang lain, Bahasa yang hampir usang karena hampir tidak pernah digunakan semuanya bisa tumpah tidak bersisa! Semoga kita tetap bisa bersama seperti ini. 

Comments

Popular Posts