Sate (Ayam atau Kambing?)
Mungkin teman-teman pernah mendengar atau membaca idiom 'ada harga ada rupa' atau 'ada harga ada kualitas'. Nah ini adalah salah satu makanan yang menjadi bahan review saya pada kali ini.
Malam ini berhubung dirumah tidak ada makanan, saya dan partner keluar untuk berbelanja bahan makanan, sekaligus membeli lauk. Karena saya ngotot pengen makan yang bakar-bakar akhirnya kami putuskan untuk membeli sate di tempat langganan kami yang biasanya pada malam minggu buka sampai malam. Mungkin karena sudah terlalu larut, ternyata tempat langganan kami sudah tutup dan kami putuskan untuk mencoba membeli sate di tempat lain, siapa tahu ada tempat sate lain yang bisa jadi referensi dan mungkin lebih enak dari tempat langganan kami, yang nanti juga akan direview disini.
Berhubung kami sedang di jalan bundaran PU wilayah TDM, saya dan partner memutuskan untuk mencoba membeli sate di warung depan TK Stella apa gitu (saya lupa namanya) tepat di sebelah jalan masuk menuju masjid Al istiqomah TDM bersebelahan dengan Bintang Furniture. Saya memesan seporsi sate untuk dibungkus dan lupa memberitahu sate ayam atau kambing, dan tetap dibuatkan. Setelah selesai saya membayar, cukup murah harganya hanya Rp. 12.000,- seporsi dengan isi 10 tusuk dan kamipun pulang. Saat membuka, tampilannya seperti pada foto tersebut. Pada lidi satenya hanya potongan-potongan kecil yang tidak banyak dan bisa langsung 'lep' (keingat iklan sosis yang bisa langsung dimakan) dan tidak tersisa. Pada beberapa lidi hanya sepotong kecil daging. Mereka menggunakan sambal terasi yang menurut saya lebih cocok untuk makanan lalapan, bukan sate. Aromanya seperti daging kambing, tetapi saat dimakan teksturnya adalah daging ayam. Saat dimakanpun ada yang dagingnya seperti kambing tapi beberapa tusuk dapat dikonfirmasi sebagai ayam. Bumbunyapun bukan bumbu kacang seperti sate pada umumnya tetapi seperti kecap dan beberapa bumbu yang warnanya agak kekuningan. Karena rasa yang tidak jelas, kami menambahkan lada untuk sedikit menolong, tapi sama sekali tidak membantu.
Saat ditanyakan dari penilaian dari skala 1 sampai 10, partner menjawab 4 dan saya menilai 3. Saya menilai 3 karena yang pertama sate kecil, rasa tidak jelas (termasuk arima kambing tapi rasa ayam) dan walaupun hanya beda Rp. 1000,- dengan langganan kami, menurut saya lebih cocok harganya dibawah Rp.10.000,-
Dan menurut kami berdua, sate disini sangat tidak direkomendasikan.
Thank you sudah mampir dan membaca reviw kami, sampai jumpa di review selanjutnya!
Malam ini berhubung dirumah tidak ada makanan, saya dan partner keluar untuk berbelanja bahan makanan, sekaligus membeli lauk. Karena saya ngotot pengen makan yang bakar-bakar akhirnya kami putuskan untuk membeli sate di tempat langganan kami yang biasanya pada malam minggu buka sampai malam. Mungkin karena sudah terlalu larut, ternyata tempat langganan kami sudah tutup dan kami putuskan untuk mencoba membeli sate di tempat lain, siapa tahu ada tempat sate lain yang bisa jadi referensi dan mungkin lebih enak dari tempat langganan kami, yang nanti juga akan direview disini.
Berhubung kami sedang di jalan bundaran PU wilayah TDM, saya dan partner memutuskan untuk mencoba membeli sate di warung depan TK Stella apa gitu (saya lupa namanya) tepat di sebelah jalan masuk menuju masjid Al istiqomah TDM bersebelahan dengan Bintang Furniture. Saya memesan seporsi sate untuk dibungkus dan lupa memberitahu sate ayam atau kambing, dan tetap dibuatkan. Setelah selesai saya membayar, cukup murah harganya hanya Rp. 12.000,- seporsi dengan isi 10 tusuk dan kamipun pulang. Saat membuka, tampilannya seperti pada foto tersebut. Pada lidi satenya hanya potongan-potongan kecil yang tidak banyak dan bisa langsung 'lep' (keingat iklan sosis yang bisa langsung dimakan) dan tidak tersisa. Pada beberapa lidi hanya sepotong kecil daging. Mereka menggunakan sambal terasi yang menurut saya lebih cocok untuk makanan lalapan, bukan sate. Aromanya seperti daging kambing, tetapi saat dimakan teksturnya adalah daging ayam. Saat dimakanpun ada yang dagingnya seperti kambing tapi beberapa tusuk dapat dikonfirmasi sebagai ayam. Bumbunyapun bukan bumbu kacang seperti sate pada umumnya tetapi seperti kecap dan beberapa bumbu yang warnanya agak kekuningan. Karena rasa yang tidak jelas, kami menambahkan lada untuk sedikit menolong, tapi sama sekali tidak membantu.
Saat ditanyakan dari penilaian dari skala 1 sampai 10, partner menjawab 4 dan saya menilai 3. Saya menilai 3 karena yang pertama sate kecil, rasa tidak jelas (termasuk arima kambing tapi rasa ayam) dan walaupun hanya beda Rp. 1000,- dengan langganan kami, menurut saya lebih cocok harganya dibawah Rp.10.000,-
Dan menurut kami berdua, sate disini sangat tidak direkomendasikan.
Thank you sudah mampir dan membaca reviw kami, sampai jumpa di review selanjutnya!


Comments
Post a Comment