Tiba-tiba tersadar di jam 4 pagi, dan kangen sama si adik bungsu yang tinggal di seberang pulau sana. Namanya Kahlil Muhammad Akbar, biasa dipanggil Alung karena perdebatan antara saya dan seorang kerabat untuk memberi nama Lalong (panggilan untuk anak lelaki di daerah manggarai) dan pengalaman si kerabat karena ada orang bernama Lalong yang sangat nakal pada masa itu. Alung lahir tanggal 20 maret tepat 13 tahun yang lalu. Ya, hari ini usianya tepat 13 tahun. Adikku yang gendut, berkulit gelap dan menggemaskan itu sudah menginjak masa remajanya. Duduk di bangku kelas 1 SMP, dan sudah pandai naik angkot sendiri. Adik yang dulu sering dimarahi mama karena menambahkan cengkok saat bernyanyi 'Ibu Kita Kartini', sering saya marahi karena kami sama-sama bangun telat sehingga dia sering tidak mandi ke sekolah *maafkan kakakmu ya ganteng*, sering jalan kaki ke SMA saya kalau saya terlambat jemput, dan anak pemberani yang jalan kaki dari sekolah ke rumah yang notabene 6 km jauhnya walaupun akhirnya dimarahi oleh bapak.

Ah, rasanya baaaanyak sekali kenangan kami yang saat jauh sekarang terasa sangat berharga. Bukan saja kenangan yang menyenangkan, tapi juga kenangan menyedihkan yang membuat saya teriris dan merasa bersalah pada adik semata wayang saya itu. Kadang saya menyanyanginya, saya ikuti semua keinginannya tapi tidak jarang saya marahi dia atau membentak dia, tapi tidak pernah sekalipun dia panggil nama saya tanpa ada kata 'kakak' didepannya. Tidak sedikitpun perlakuan kasar saya waktu itu mengurangi rasa cintanya pada saya. Beberapa bayangan masa kecilnya berputar di pikirab saya. Waktu ada Tita dan saya lebih memperhatikan tita dan memarahinya sampai anak berusia 4 tahun itu tertunduk, dan tidak mau menyuapinya dengan alasan berpuasa dan takut tergoda sedangkan si kecil itu menangis ingin disuapi kakaknya. Pernah sekali, kami bertengkar hebat sampai dia menangis sesenggukan hanya karena minta dibelikan mainan dan waktu itu saya hanya punya uang Rp. 10.000.- yang akan saya belikan bensin untuk kami berdua berangkat ke sekolah. Saya marah karena tangisannya tidaj reda dan saya mandikan dia paksa. Setelah dia rapi dan saya merasa bersalah, dia lalu memeluk saya dan bilang 'kakak, alung sayang kakak. Alung minta maaf, jangan kasih tau mama dengan bapak e' dan seketika kata-kata itu menghancurkan hati saya. Anak sekecil itu mampu menghilangkan egonya, padahal waktu itu dia duduk di kelas 3 SD. Dan saya? Saya hanya bisa tertunduk. Ego saya sudah terlalu tinggi dan akhirnya saya memeluk adik yang saya tunggu selama 7 tahun itu. Mulai dari situ, saya ikuti semua inginnya. Mie ayam bakso telur, belikan baju, ajak jalan-jalan, warung internet, apapun. Saya mulai menghasilkan uang lewat online shop untuk penuhi keinginannya, dan Allah menolong saya, untuk sedikit perbaiki keadaan. 1 hal terakhir yang belum saya berikan waktu itu, dia ingin makan beef steak yang pernah saya ceritakan dan baru kesampaian setahun setelah saya kembali dari Kupang. Saya ajak dia makan di Spring Hill dan dia makan dengan lahap. Senangnya waktu itu akhirnya janji saya dapat saya tepati setelah 1 tahun saya pergi jauh dari dia. Tapi kembali lagi, saya pernah berlaku kasar dengan dia, walaupun akhirnya dia maafkan tanpa kata maaf dari saya, dan dia tetap sayangi saya, dan memeluk saya dengan hangat saat saya akan berangkat kembali ke Kupang. Entah apa salah si kecil itu sampai saya marah, dia hanya kuat makan, hehe.

Hampir 2 tahun kami tidak bertemu, karena kuliah saya yang padat tidak memungkinkan untuk kembali ke Ruteng. Sering ada telepon darinya, hanya mau ngobrol dan bilang rindu, lalu bertanya 'kapan pulang?' Tapi kami hanya berbicara sebentar dan saya akhiri karena kelelahan dan ingin beristirahat. Sering saya berpikir tentang semua kesalahan saya pada si bungsu dan ingin menebus semua kesalahan saya, tetapi saya sadar waktu tidak berjalan mundur, dan saya tidak mungkin memperbaiki kesalahan yang saya lakukan di masa kecilnya, dan hanya bisa melakukan yang terbaik di masa kini dan masa depannya.

Entah ini sudah tahun keberapa dia berulang tahun dan saya tidak bersama dia lagi. Adik semata wayangku yang tercinta, sekarang kau sudah mulai dewasa. Jadilah yang terbaik. Apapun akan saya lakukan dan sebisa saya penuhi semua. Adikku satu-satunya sudah beranjak remaja. Panjang umur, capai apa yang Alung inginkan, dan jangan cepat besar, alung menggemaskan waktu kecil. Hehe becandaaaa

Kakak cuma sedikit merasa rugi Alung terus bertumbuh besar dan kakak kehilangan waktu berharga itu. Selamat ulang tahun sayang. Kakak sayang Alung.

Comments

Popular Posts