11. Mimpi


Kusampaikan pada seorang sahabat tentang mimpiku dulu sekali, saat dia masih menjadi milikku.
Aku memimpikan masa depan kami berdua di kota ini, dengan dinginnya yang dalam. Aku bermimpi mengajaknya ke bukit ini di malam hari, memandangi bintang malam dan cahaya lampu kota.
Aku bermimpi mengajaknya untuk menemui Tuhannya disana, agar aku yang bukan umatNya bisa meminta izin untuk mencintai hambaNya. Lalu kami mengikat janji setia sampai disana berdua saja, memohon bantuan seorang Pastor untuk memberkati kami dalam sebuah ikatan, hanya Tuhannya, dan Tuhanku saja yang menjadi saksi kami berdua.
Itu mimpiku, bertahun lalu. Kini, aku telah bangun dari mimpi itu dan membuka mataku; melihat kau telah mengikat janji setia dengan selainku.

Comments

Popular Posts