Memahami Tuhan lewat Seks Oral


Sebagai remaja milenial yang tumbuh dengan perkembangan teknologi yang cepat, hanya sedikit remaja yang tidak terpapar video porno. Saya, dan teman-teman saya bukanlah bagian dari sedikit remaja tersebut di usianya. Di tingkatan SMA, salah seorang teman uji nyali untuk membawa hp yang penuh dengan konten porno didalamnya. Dengan rasa ingin tahu yang tinggi, kami nonton beramai-ramai. Ada yang tertawa-tawa, ada yang nonton serius, ada juga yang horny. Wajar, manusia. (elah, ga usah ngegas!)

Saat adegan seks oral, banyak teman-teman perempuan yang merasa jijik. Katanya jorok, kencing keluar terus ‘itunya’ masuk mulut (entah tabu atau belum berani menyebut penis, mereka tidak menyebutkannya). Ada yang bilang, pipisnya tercampur sama air mani. Ada yang nanya, gimana ya rasanya itu? Kata teman-teman yang sudah lakukan sih, enak.

Oke, ada yang jijik, ada yang ‘pengen’ dan ada juga yang jadi penasaran. Saya masuk di bagian ketiga waktu itu; orang yang penasaran. Apa benar, saat melakukan seks oral maka urin dan sperma akan bercampur? Berarti ‘buat anak’ itu jorok sekali ya. Pipis di dalam tubuh pasangan. Iyuh

Karena waktu itu mendapatkan akses informasi dari guru terkait seksualitas tabu dan tidak ada tempat lain yang saya ketahui untuk mencari informasi (termasuk bertanya ke orang tua) maka larinya adalah ke internet ya hehe. Nyarilah hayati soal informasi ini di internet.. dan begini kata internet:

‘Saluran kencing akan bermula dari ginjal yang kemudian berlanjut ke ureter yang menghubungkan ginjal dengan kandung kemih. Dari kandung kemih urin akan keluar melalui saluran urethra sampai ke muara orifisium urethra di ujung penis. Sementara saluran sperma akan dibentuk di testis (buah zakar) kemudian dikeluarkan melalui saluran epididymis yang berkelok-kelok. Vas deferen disimpan dalam vesikula seminalis dan akhirnya keluar melalui urethra saat ejakulasi.’

‘Walaupun bermuara pada 1 pintu yang sama, sperma dan urin memiliki jalur yag berbeda. ketika mendapatkan rangsangan seksual, maka jalur urin otomatis tertutup dan membuka jalur sperma. Ketika kandung kemih penuh, maka jalur urin akan terbuka dan otomatis menutup jalur sperma sehingga tidak keluar bersamaan’.

Meskipin had no idea soal istilah-istilah urethra, vas deferen, orifisium dan sebagainya waktu itu, tapi setidaknya saya paham bahwa ketika melakukan seks oral seperti video yang saya lihat tadi, sperma dan urin tidak akan tercampur. Itu mitos, dan teman-teman saya hanya mengarang berdasarkan imajinasinya saja. Yang kedua, saya makin memahami bahwa Tuhan saya adalah Tuhan yang sangat hebat. Ia mendesain segalanya secara mendetail dan luar biasa. Hal sekecil inipun terpikirkan olehNya, dan diciptakan olehNya. Dalam hati saya berceletuk, ‘Tuhan hebat juga ya.. hal sekecil ini saja dipikirkan. Coba bayangkan kalo sperma bercampur dengan urin. Apa seks oral masih jadi kegemaran orang? Menjijikkan sekali pasti. Terus, proses penciptaan manusia baru juga melibatkan kencing?’

Saya terkagum-kagum dan bergidik jijik tentang pikiran saya sendiri. Memikirkan kalau Tuhan tidak mempedulikan manusia, lalu membiarkan penciptaan manusia tercampur dengan kencing yang dalam agamaku adalah najis. Uwoooo berarti semua orang bakalan najis dari sononya.

Untungnya, Tuhanku adalah Tuhan yang peduli. Tuhan yang hebat, yang kupercayakan seluruh hidupku pada ketentuanNya.

Selamat merayakan hari Kesehatan Seksual dan Reproduksi!
Terus cari ilmu, pahami, resapi dan rasakan kebesaran Tuhan dalam hidupmu!

Salam,

Kiki Abbas

Comments

Popular Posts