5. Diantara Kabut
Diantara kabut yang perlahan menyelimuti taman kota Ruteng,
sekelebat kulihat baanganmu melangkah pelan mendekatiku. Aku yang sedang
menikmati sore yang rintik dengan santai, tiba-tiba terkena serangan panic. Kenapa
dia ada disini? Untuk apa dia muncul lagi?
Oh, mungkin hanya arwahnya yang sedang iseng menakutiku. Dia
masih belum ikhlas karena kubunuh dengan cara yang tak adil. “Abaikan. Dia hanya
arwah yang muncul diantara kabut yang transparan, dan tak bisa menyentuh
apapun. Dia tak akan membunuhku,” gumamku sendiri.
Sesaat kemudian, Guntur menggelegar. Arwahnya hilang bersama
hujan tang mulai seras. Aku tersadar dari pikiranku sendiri lalu bergegas
pulang karena tak membawa payung.

Comments
Post a Comment