Menerawang masa depan melalui segelas kopi


Tiada hari tanpa ngopi. Kira-kira gitu orang manggarai melabeli mereka sendiri. Manggarai memang terkenal dengan kultur ngopi di setiap kesempatan. Bahkan mungkin kultur ngopi ini udah ngalahin anak indie yang katanya suka ngopi sambil nikmatin senja itu. Kopi di selalu ada dalam setiap acara, mau acara syukuran, sampe kedukaan atau Cuma nongkrong-nongkrong lucu. Penikmatnya universal, dari yang muda sampe yang tua, bahkan adek eike, si Alung, suka ngopi sejak usianya sekitar 7 bulan. Setiap kali habis main dirumah tetangga, mulutnya penuh dengan ampas kopi, kumis katanya. Iya, di Manggarai itu emang terkenal kopi dengan tubruk style. You gak akan nemuin V60 ato French press di rumah-rumah, kecuali mereka emang penikmat kaya yang ahli-ahli cupping itu. Mereka masih menggunakan cara penyajian yang tradisional, 1 sendok kopi, lalu langsung dicampur dengan air panas. Kalau suka manis ya tinggal ditambahin gula. Kalo pengennya Cuma jadi pewarna ya gulanya dibanyakin biar gak ngerasa paitnya kopi.


Eike juga termasuk orang yang suka sama kopi, berhubung eike masih punya darah-darah manggarai gitu. Eike termasuk dalam kubu kopi pahit, yang gak pengen nambahin gula di kopinya. Selain gak suka terlalu manis, emang kalo minum yang manis-manis suka pusing kepalanya. Emang dasharr yahh hahah

Nah, sesuai judul diatas, daripada eike curhat-curhatin terus soal minum kopi nih ye.. ada yang menarik dari kultur minum kopi orang manggarai, yaitu menerawang masa depan. Entah karier, keluarga, keuangan sampai jodoh. Iya, jodoh hahahah
Ceritanya gini..

Hari ini tuh eike diajakin sama seorang temen untuk jalan-jalan ke Borong, ibukota kabupaten Manggarai timur. Kira-kira 50kman dari Ruteng. Disana ya cuma nongkrong doang, makan, nyari kepala kelapa, nongkrong di pantai sama kunjungin keluarga dia yang kebetulan ada di Borong. Nah, sampai dirumah keluarga dia, katanya pengen minum kopi. Eh aneh aja soalnya dia gak suka minum kopi, tapi kok tiba-tiba pengen ngopi disini? Usut punya usut, ternyata si tuan rumah ini bisa Toto Kopi, semacam menerawang masa depan melalui kopi. Caranya dengan menelungkupkan kopi dan membiarkan ampasnya berada di dinding gelas lalu membentuk garis-garis yang bisa dibaca oleh ‘coffee reader’ . Syaratnya, orang yang mau diramal harus meminum kopi paling kurang seteguk. Yaa, just take a sip then flip the glass and I will uncover your future. Gitulah kira-kira. Sekilas, mirip sama adegan Harry Potter di kelasnya Sybill Trelawney yang lagi Tasseografi. Cuma yang ini, orang Manggarai yang jadi pemeran ceritanya.



Setelah ngobrol basa basi gak jelas dan dikit-dikit curhat a la cewek, masuklah kita pada ritual menerawang masa depan. Saya mendengarkan dengan seksama tentang apa yang dibaca sang ‘coffee reader’ dalam gelas kopi yang diminum teman saya tadi. Ia menceritakan tentang jodoh, karier, urusan keluarga dan keuangan. Ia meramalkan bahwa sang mantan masih merindukan dan kedepannya aka nada rezeki yang datang. Wow, padahal yang eike lihat disana hanya garis-garis acak dari ampas kopi yang ditiriskan. Mistis memang kelihatannya, cukup tidak masuk akal, bagaimana kopi bisa mencerminkan masa depan seorang manusia. Namun, budaya ini sudah cukup lumrah di manggarai, bahkan dulu waktu eike masih SMA, ada seorang murid yang bisa toto kopi dan setiap jam istirahat, dia dipanggil guru-guru untuk melihat masa depan mereka.

Eike sempat bertanya sama teman yang ngajak, gimana pendapat pribadinya tentang ritual ini. Katanya, ini hanya pegangan. Bisa benar, bisa salah. Intinya dengan menerawang seperti ini kita bisa berjaga-jaga untuk hal yang akan terjadi kedepannya. Hmm, cukup masuk akal alasannya. Mungkin, orang-orang yang melakukan aktivitas ini juga berpikiran sama seperti teman eike tadi. Hanya mau berjaga-jaga. Tidak ada yang salah menurut pandangan saya. Sayangnya, eikegak bisa tanya banyak karena hari sudah sore dan harus segera balik ke Ruteng kalo ga mau si emak marah. Dan pastinya eike gak minum kopinya, menghindari diramal dan ngobrolnya makin panjang dan ketagihan pengen diramal terus udah kekenyangan banget sama minuman dari tempat lain dan saya lebih suka membiarkan masa depan menjadi kejutan. Let the future surprise me.

Satu hal yang menarik, kenapa lebih banyak perempuan yang melakukan toto kopi dari segi peramal dan diramal daripada laki-laki? Mari berdiskusi!


Comments

Popular Posts