Rangkuman Umum Analisis Sosial


Heihoooo

Balik lagi ke channel eike setelah beberapa lama membongkar barang-barang untuk memulai kehidupan yang minimalis dalam segala hal, eike banyak menemukan tulisan-tulisan jaman baheula yang menarik untuk dibaca-baca lagi. Namun berhubung kertasnya harus didaur ulang, eike jadi bingung mau ditempatkan dimana biar tetep bermanfaat. Tiba-tiba keingat, ‘Eh, Ki, lu kan punya blog ye. Jadi manusia bermanfaat dikit ngapa. Bagi-bagi ilmunya walaupun gak ada yang main ke blog ente. Tsahhhh

Jadi, salah satu tulisan yang menarik yang eike temukan adalah mengenai analisis social. Kalo agak rajin kira-kira eike bakal jelasin panjang lebar tentang analisis social ini. Namun berhubung eike agak males anaknya karena berat badan yang makin naik maka eike hanya akan merangkum beberapa hal yang menurut eike menarik penting dari analisis social ini.

Analisis social  merupakan kegiatan menganalisis masyarakat serupa dengan membaca buku/the book of society. Analisa social juga dapat dipahami sebagai usaha untuk mendapatkan gambaran lebih lengkap tentang sebuah keadaan social dengan menelusuri hubungan-hubungan sejarah yang structural (Holland & Henriot)

Nah, bagaimana cara membaca masyarakat? Yang bisa membantu analisa social adalah membagi ‘buku masyarakat’ menjadi 4 bagian:
  1. Sejarah; setiap masyarakat pasti memiliki sejarah yang dipelajari dalam analisa social, yakni sejarah orang-orangnya.
  2. Struktur; ada yang memerintah, ada yang diperintah, ada struktur dalam masyarakat. Misalnya dalam keluarga, Bapak mewakili struktur tertinggi, kemudian Ibu dan Anak. Dalam masyarakatpun demikian.
  3. Golongan-golongan; siapa kaya, siapa berkuasa, siapa pengambil keputusan, siapa memikul beban kekuasaan (misalnya beban ongkos, waktu, tenaga, dampak langsung dan sebagainya) serta kepentingan dan keungungan siapa yang dilindungi.
  4. Tingkat-tingkat; strata social, kasta adat

 Kira-kira, analisa social itu seperti rumah:



Nah, kayak baca buku, makin banyak bab dibaca, maka makin lengkap pemahaman pembaca. Sama kaya analisis social ini, makin banyak yang dianalisa maka makin kompleks yang kita pahami tentang masyarakat itu sendiri.

Ada beberapa tentik partisipatoris yang bisa menunjang analisa ini, misalnya pemetaan, penilaian akan kebutuhan-kebutuhan, foto-foto yang bercerita, diagram pohon dan tahapan kekayaan. Dalam analisa social, teknik partisipatoris sangat diperlukan karena dapat mengupah mindset masyarakat.

Semakin banyak unsur-unsur yang diperhatikan dalam analisa social,maka semakin utuh, lengkap dan berguna pula hasil analisis social yang dihasilkan.

Ragam Analisis Sosial
  1.  Analisis structural
    • Siapa yang diuntungkan dan siapa yang dirugikan oleh kondisi atau kebijakan, atau struktur social yang ada.
  2. Analisis HAM
    • Siapa yang haknya dilanggar, hak apa yang dilanggar, seperti apa haknya dilanggar, siapa pelaku pelanggaran HAM
  3. Analisis gender
    • Mengungkap relasi-relasi/hubungan-hubungan yang tidak seimbang antar-gender dan implikasinya (berhubung eike pernah belajar soal ini, analisis gender bakal dicuap-cuapin di postingan lain yaa)
  4. Analisis sosio-ekologis
    • Menjelaskan factor-faktor yang berkaitan pada suatu persoalan, mulai dari tingkat individu, interpersonal, komunitas sampai masyarakat
  5. Analisis jejaring social
    • Studi terhadap entitas social (misalnya orang dalam suatu organisasi atau mafia) dan interaksi serta relasi antar entitas tersebut,
  6. Analisis para pihak (stakeholder)
    • Pengaruh dan kuasa, kepentingan dan hubungan antar para pihak yang berkaitan dalam suatu persoalan, misalnya pro-kontra dalam suatu isu
  7. Analisis konflik
    • Digunakan untuk memahami sebab dan akibat konflik dan juga memahami dinamika yang mendukung atau menghambat upaya perdamaian pada situasi transisi.
  8.  Analisis rantai nilai
    • Digunakan untuk memahami proses produksi dan distribusi (perdagangan), serta pertambahan nilai suatu komoditi.


Nah, biasanya nih, dalam melakukan analisa-analisa, kita make system analisis yang sederhana ya, kaya SWOT. Tapi, kalo menyangkut analisis social, SWOT ini cukup lemah karena kurang jelas obyek analisisnya dan tidak menggunakan gabungan matrix penelitian kaya gini:
                                  


Ciri-ciri isu strategis misalnya trending topic, terkoneksi dengan banyak hal, suatu kejadian/pelanggaran terorganisir dan berdampak luas. Nah, dalam melakukan analisis social juga perlu mempertimbangkan isu strategis dengan pertimbangan antara lain sebagai berikut:
  • Tujuan cukup menentukan apa yang akan dianggap ‘strategis’: mau menyelesaikan sebuah masalah atau mau membangun gerakan social?
  • Siapa yang menentukannya, sejauh mana partisipasi semua stakeholders dapat terjamin?
  • Strategis atau tidak strategis menurut siapa?

Selanjutnya, syarat-syarat untuk menentukan isu strategis terkait penyelesaian masalah/ketidak adilan social:
  •  Terkait kepentingan banyak orang (bukan agenda pribadi seseorang atau kelompok tertentu)
  • Jika diperhatikan dan diubah, keadaan akan semakin baik; jika tidak diperhatikan maka keadaan menjadi semakin buruk.

Nah, kira-kira gitu dulu aja kali yak soal analisis social ini. Kalo kamu tertarik untuk belajar lebih dalam, kamu bisa browsing tentang analisis social ini di internet, cukup banyak literature yang membahas, namun mungkin rada berat ya disbanding rangkuman ini.. kalo mau ngobrol lebih banyak, bisa hubungi eike di aquilaabbas@gmail.com
see ya!

Comments

Popular Posts