Belajar dan Networking di GYF20
Hi
Maafkan baru muncul lagi dalam
penulisan duniawi hahahahh
Karena lagi semangat ga
ada bahan maka saya pengen ngobrol soal kesempatan kemarin ke Malaysia buat
ikut Global Youth Forum Cooperative Entrepreneurship 2020. Kegiatan ini dihadiri
partisipan dari sekitar 50an Negara kece-kece kecuali saya yang ngobrol
banyak tentang program dan gerakan yang mereka sudah kerjakan di negaranya. Ada
peneliti, ada karyawan koperasi, ada juga pengangguran banyak acara kaya saya
huahahahahah
Acara ini digelar di Kuching,
Serawak tanggal 3-7 Februari. Sebenernya
summit ini cuma sampe tanggal 6 tapi beberapa dari kita memutuskan untuk stay
di Kuching 1 hari lagi untuk ambil paket wisata di Sarawak Cultural village. Lumayan,
kapan lagi kesana? Hihihihi
Jadi, di summit ini ada kelas-kelas gitu tentang pembangunan diri, perkenalan koperasi, menggerakkan orang muda dan manajemen project. Selain itu, kita bisa ketemu banyak orang dan networking dengan aktivis di hampir seluruh belahan dunia. Dan akhirnya bisa punya temen banyak donggg. Ada dari Indonesia, Polandia, Italy, Nepal, Kyrgyzstan, Palestina dan yang paling dekat sampe sekarang: Divya yang seharusnya bisa ketemu saat ke India kemarin tapi malah ketemunya di Malaysia.
Jadi, di summit ini ada kelas-kelas gitu tentang pembangunan diri, perkenalan koperasi, menggerakkan orang muda dan manajemen project. Selain itu, kita bisa ketemu banyak orang dan networking dengan aktivis di hampir seluruh belahan dunia. Dan akhirnya bisa punya temen banyak donggg. Ada dari Indonesia, Polandia, Italy, Nepal, Kyrgyzstan, Palestina dan yang paling dekat sampe sekarang: Divya yang seharusnya bisa ketemu saat ke India kemarin tapi malah ketemunya di Malaysia.
Setiap partisipan boleh mengikuti
10 sesi dari puluhan sesi yang tersedia. Sayang sekali tidak bisa ikuti semua
sesi karena keterbatasan waktu, tapi sama sekali ga mengurangi kesenangan yang
ada didalamnya kok. Banyak banget keuntungan yang bisa didapat: dapat ilmu
baru, network baru, dan yang terpenting belajar bahasa inggres. Hahahaha
(bayangin aja roommate dari India yang ga bisa bahasa sama sekali, artinya dari
bangun tidur sampe mau tidur harus pake bahasa inggres. Kadang-kadang
ngomongnya jadi ngelantur karena bingung ngomongnya gimana). Efeknya lumayan,
vocab nambah, dan mulai terbiasa dengan pembicaraan dengan English serta mulai
ngerasa aneh kalo buat report ato ngebaca pake bahasa. Ya Tuhaan inikah otak
sombong dengan kualitas inggres yang pas-pasan. Ckckck
Anw, sekarang jam 5 pagi dan saya
belum tidur. Harus siapin tenaga buat kegiatan lain karena ga boleh tidur
lagi.. ini dehh foto2nyaaa




Comments
Post a Comment