Holy Month day 6 – Tentang Berkompetisi
Saya pernah berhadapan dengan
seseorang yang ketika saya minta dia menyampaikan idenya di grup whatsapp, lalu
katanya tidak mau berdebat untuk tunjukkan pintar. Saya terhenti, apa salahnya
untuk mengungkapkan pendapat? Mengapa diartikan untuk berpamer bahwa kita
pintar?
Maksud saya bukan demikian. Ketika
kita berbicara tentang pendapat kita dalam suatu komunitas yang setara, menurut
saya ada baiknya agar semua orang mengetahui tentang ide dan keputusan yang
diambil. Mungkin salah saya, karena saya menerapkan system berkoperasi disini:
semua keputusan diambil oleh semua orang yang terlibat, dan posisi leader
bukanlah apa-apa disitu. Mungkin juga saat itu saya sedang tidak focus dan
tidak mampu bersabar dengan perkataan demikian, maka saya sedikit emosi. Namun,
saya juga merenung tentang satu hal: perlukah berkompetisi ketika maksud kita
sama dan baik adanya? Sudahlah. Ini tidak ada hubungannya. Saya hanya terbawa
pada perenungan yang lain tentang diri saya sendiri.
Sejak dulu, saya bukan orang yang
suka berkompetisi. Saya lebih suka berbagi apa yang saya punya, terutama ilmu. Saya
tidak begitu memikirkan bila kualitas saya sama dengan orang lain ketika saya
memberikan ilmu kepada orang lain dan saya tidak mendapatkan apapun. Banyak yang
menasihati saya untuk tidak membagikan semua, namun mungkin belum saatnya saya
mendengarkan. Saya lebih suka ketika kita timbul, maka timbul bersama, menonjol
bersama. Saya tidak mau bersaing karena hanya akan menonjolkan saya sendiri,
dan itu akan sangat merepotkan ketika orang lain bergantung pada kita. Selama ini,
saya berpikir demikian. Entah salah atau benar.
Saya orang yang cukup naïf, saya piker
semua orang akan melakukan hal baik dari ide atau ilmu yang saya bagikan namun
ternyata salah: saya juga sering dimanfaatkan untuk kepentingan mereka dengan
ilmu yang saya bagikan itu. Lalu apa saya marah? Tentu. Apa saya berhenti
berbagi? Tidak. Karena saya yakin selama ilmu itu mereka terapkan, akan menjadi
pahala bagi saya. toh semua yang saya bagikan bukan hal buruk, sejauh kesadaran
saya, ilmu yang saya bagikan itu bermanfaat bagi orang lain. saya sudah cukup
tenang untuk menghadapi orang demikian, dan saya tidak merasa bahwa saya adalah
orang yang hebat karena sudah memikirkan ide itu. Bagi saya, mereka yang
berhasil: mereka mendengar, menerjemahkan dan implementasikan (syukur jika
sesuai dengan ekspektasi saya. jika tidak, ya saya yang punya kesempatan untuk
improve). Saya tidak begitu peduli dengan mereka. Ketika saya peduli maka ini
sudah merepotkan saya. saya tidak mau ada yang bergantung. Semua orang harus
mandiri.
Apa saya suka berkompetisi untuk
menunjukkan kualitas? Tidak. Saya lebih suka berkolaborasi dan maju bersama.
Jika tidak, saya akan mencari orang lain untuk maju bersama.

Comments
Post a Comment