Holy Month Day 16 - Tentang Tahap Mandiri atau Kolaborasi


Saya pernah mengobrol dengan seseorang tentang hal-hal random yang terjadi dalam dunia pemberdayaan manusia. Salah satu hal yang paling menarik perhatian saya adalah tentang berkolaborasi dengan orang lain agar bisa tumbuh bersama, memiliki kualitas yang sama tinggi agar tidak ada kata saling bergantung.

Ada dua tahap dalam perkembangan manusia dalam bekerja: mandiri, dan berkolaborasi. Kamu akan berada pada tahap mandiri ketika kamu merasa bersaing dengan orang lain dalam hal yang sama, sehingga hasilnya yang menonjol adalah dirimu sendiri. Namun, kamu akan berada pada posisi kolaborator jika kamu sudah bisa melakukan suatu hal dengan orang lain, dengan kemampuan memetakan kapasitas orang lain da hasil akhirnya, kamu bukan hanya menonjolkan dirimu sendiri, namun juga menonjolkan orang lain agar bisa maju bersama.

Hal ini membawa saya pada refleksi pada diri sendiri, ada pada tahap manakah saya?

Refleksi ini cukup panjang terjadi pada diri saya, dimana sebelumnya saya memetakan diri sendiri sebagai seorang yang mandiri. Apakah benar saya masih berada dalam tahap itu? Namun saya menemukan jawaban yang lain. Saat ini, saya sedang berada pada tahap kolaborator, ini bukan kepedean yak berdasarkan beberapa project social yang sedang saya bangun saat ini.

Bagaimana saya mengidentifikasi hal tersebut? Saya sedang pada tahap untuk tidak melakukan semua aktivitas saya sendiri dan tidak membatasi diri pada orang-orang baru yang dapat terlibat dan bergerak bersama untuk melakukan suatu aktivitas. Kolaborasi ini didasarkan pada kesadaran saya untuk mengetahui bahwa saya tidak mampu berjalan sendiri; ada orang yang lebih mampu dari saya untuk melakukan sesuatu, dan saya menerima itu dengan tangan terbuka; saya meminta bantuan orang lain- serahkan pada ahlinya. Ketika kita sadar bahwa kita membutuhkan orang lain, maka secara teknis kita telah melakukan kolaborasi, dan ini adalah metode yang sangat berhasil untuk kelangsungan suatu project.

Menjadi kolaborator menjadi sangat penting, apalagi saat kita mulai menjadi seorang co-operator (orang yang bergerak di bidang koperasi) untuk mengumpulkan orang banyak dalam rangka mencapai satu tujuan bersama. Saat ini, saya jadi merasa sangat lengkap karena keberadaan kolaborasi. Namun jangan salah, bukan berarti kolaborasi itu selalu berhasil karena pasti akan ada saja tantangan dan potensi kegagalannya. Namun, tantangan bukan berarti tak bisa diselesaikan, potensi kegagalan bukan berarti tidak bisa diminimalisir dengan adanya kolaborasi, karena pikiran banyak orang akan menjadi solusi yang luar biasa kerenya dibanding hanya berpikir secara mandiri.
Tahap menjadi kolaborator, bukan berarti serta-merta ditapaki langsung. Tentu, kamu harus melalui tahap mandiri, dan saya juga pernah mengalami itu. Saya pernah pada tahap bersaing, hingga pada akhirnya saya sampai pada tahapan ini. Mungkin ini namanya naik level, dimana kamu tidak lagi egois tentang pencapaianmu, tapi bagaimana kamu bisa menarik orang lain untuk berada pada tahapan yang sama.

Jadi, apa kamu masih berada dalam tahap mandiri, atau sudah berada dalam tahap kolaborasi?


Comments

Popular Posts