Holy Month Day 21 - Tentang memperhatikan sesuatu yang tidak perlu


Walaupun cukup urakan dalam menata diri dan kamar tidur sendiri, saya orang yang cukup detail dalam pekerjaan dan hubungan, baik dengan sesuatu yang hidup maupun benda mati. Karena memiliki sifat observatory, saya suka memperhatikan sesuatu agar tidak berkekurangan apapun dan lebih baik versi saya. bagi saya ini hal sederhana, untuk kebaikan mereka sejak sekarang maupun dimasa depan. Namun, terkadang perhatian saya menjadi pengganggu bagi orang lain yang menganggapnya berlebihan, dan mengganggu karena hal ini membuat saya sedikit egois- saya bahkan tidak ragu mengeliminasi diri saya sendiri ketika merasa bahwa saya akan menjadi pengganggu bagi kesempurnaan hal lain. Mungkin ini berlebihan bagi orang lain, namun disinilah sisi egois saya dalam memperhatikan sesuatu.

Pada satu titik, saya menjadi sadar, bahwa sudah waktunya saya memperhatikan diri saya sendiri, untuk kesehatan mental dan keselamatan saya sendiri di masa depan. Saya tidak ragu untuk mengeliminasi orang lain untuk kebaikan saya sendiri, dan tidak mempedulikan hal kecil yang mungkin bagi saya untuk kebaikannya, tetapi ternyata hal itu nyaman bagi orang atau barang yang mengalami ‘keganjilan’ itu. Biarlah semua mengalir, mungkin saja ketidaksempurnaan yang saya lihat adalah kesempurnaan dan kenyamanan bagi yang lain tidak perlu memperhatikan sesuatu yang seharusnya hal lain itu aware dengan sendirinya. Mau jadi apapun, itu adalah keputusannya, dan saya tidak berhak untuk memutuskan untuk menyempurnakan atau memperbaiki.

Ketika kita bukan siapapun dan apapun, untuk apa merepotkan diri memperhatikan sesuatu? Seperti kata orang banyak, mind your own business. Tidak perlu memperhatikan sesuatu yang tidak perlu, yang akhirnya hanya akan merusak kesehatan mentalmu sendiri. They can take care of themselves. Terkadang, menjadi apati untuk kebaikan diri sendiri bukanlah hal yang salah.

Comments

Popular Posts