--Tuhan mendengarkan semua doa saya--
Tulisan ini ditemukan waktu membersihkan harddisk eksternal. Sepertinya saya tulis ketika awal ramadhan di tahun lalu. Sayang rasanya dihapus begitu saja, maka saya biarkan dia tinggal disini sebagai pengingat bahwa Tuhan selalu bersama saya, sekalipun saya 'bandel' padaNya.
Pada penghujung ramadhan yang Alhamdulillah
menghapiri saya lagi di tahun ini, saya ingin berbagi cerita. Mungkin biasa
saja bagi sebagian orang, tapi hal ini membuat saya menjadi semakin bersyukur
dan makin menyadari betapa kecil saya, dan betapa besar berkah Tuhan yang telah
diberikan kepada saya, selama 23 tahun hidup di dunia.
Saya bukan tipe orang yang alim-alim amat,
bukan tipe manusia yang rajin shalat 5 waktu, orang yang rajin membaca alquran.
Saya bukan tipe orang yang sedikit-sedikit langsung mengikuti apa yang
diperintahkan agama yang saya anut. Saya lebih banyak mencari referensi logis
dan setelah dapat, saya semakin memantapkan dengan dalil agama yang mendukung.
Kira-kira seperti itu alurnya. Mungkin kedengaran seperti islam aliran gak
bener ye.. Tapi terserah ngana ajalah, ngana mau mikir apa. Gratis kok.
Selama sebulan berpuasa, saya juga
melakukan refleksi ringan pada diri saya sendiri, tentang informasi yang saya
dapatkan dari luar, logika dan kepercayaan yang saya miliki tentang konsep ketuhanan.
Cukup banyak yang saya dapatkan dalam proses ini, termasuk tentang berkat Tuhan
yang saya nikmati tanpa saya syukuri. Bahkan, banyak sekali berkat Tuhan yang
tidak saya sadari. Salah satunya, adalah doa saya yang terjawab satu persatu,
dalam waktu yang tidak terduga.
Saya mulai menyadari bahwa banyak sekali
doa yang sudah saya panjatkan pada Tuhan, baik secara serius dengan beribadah,
atau bahkan permintaan yang tidak serius pada Tuhan dengan cara ‘bercanda’.
Beberapa saat terakhir, saya menyadari bahwa semua yang saya minta dengan
bercanda itu, dirajutNya satu persatu menjadi suatu hal yang serius; berisi
ujian, pelajaran dan kesenangan. Semuanya dirajut dengan rapih, manis dan
indah. Entah mengapa, saya yang lupa dengan doa-doa bercanda itu tidak menyadarinya.
Semua candaan itu ternyata didengar Tuhan,
sejak saya kecil, hingga detik ini. Mulai dari mimpi masa kecil untuk
berkeliling Flores yang perlahan terselesaikan, bertemu orang-orang yang hanya
di lihat dalam TV waktu SD, cita-cita masa kecil, mimpi masa remaja untuk jadi
independen di usia muda, mengunjungi tempat-tempat yang dulunya hanya bisa
dilihat dalam gambar, dan segala hal yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.
Sungguh, Tuhan mendengarkan semua doa-doa
saya.

Comments
Post a Comment