Mencintai Diri Sendiri
Kenapa sih kita harus membandingkan diri kita dengan orang
lain?
Membuat diri kita berkompetisi dengan orang lain, yang
notabene bukan apple to apple. Selalu merasa bahwa orang lain punya hidup yang
lebih hebat, lebih baik dan lebih bagus dari orang lain. minder karena mereka
lebih good-looking dibanding kita, sedangkan kita melar kemana-mana, tidak
pandai berdandan, tidak atletis, dsb.
Hidup kita punya perjalanannya sendiri. Tidak perlu
membandingkan diri dengan orang lain, merasa minder atas kelebihan orang lain
yang kita tidak punya. Bisa saja, mereka memiliki kelemahan yang sebenarnya
adalah hal yang biasa saja bagi kita karena kita miliki kelebihan itu sejak
lama. Saya tidak memungkiri, bahwa perasaan minder pada orang lain, merasa
kurang dari orang lain adalah perasaan yang wajar dan manusiawi. Saya juga
mengalami itu ketika saya menjadi ‘cukup bodoh’ untuk membandingkan diri
sendiri dengan orang lain, atau dalam hubungan yang saya jalani, membandingkan
diri saya dengan orang-orang yang hadir sebelum saya. itu manusiawi. Namun,
apakah wajar untuk terus seperti itu? Jawabannya: tidak. Itu akan membebanimu
sendiri. Belajar mencintai diri sendiri dengan mengenali semua pencapaian yang
kita punya. Namun, mencintai diri sendiri secara berlebihan juga tidak sehat
karena akan menimbulkan narsisme. Mencintai diri sendiri, secukupnya saja dan
sepantasnya saja. Semua orang punya ‘timing’nya sendiri, makanya muncul kalimat
“indah pada waktunya”. Ya gimana yaa, namanya memaksakan sesuatu yang belum
atau tidak pada waktunya, malah kita tidak akan menjadi bahagia karena menunggu
sesuatu yang tidak pasti. Saya percaya, semua ada keniscayaan dalam hidup saya
pada waktunya. Saya memang menyukai hal lebih pasti, namun masalah kenyataan,
saya lebih menyukai kejutan. Saya boleh berencana sesuatu yang pasti: dengan
siapa, kapan dan dimana namun kenyataan yang akan menjelaskan semuanya: Tuhan
yang akan menentukan, apakah kepastian yang saya rencanakan adalah kenyataan
atau sebaliknya.
Dalam satu training yang pernah saya ikuti, trainernya
bilang gini: salah satu kunci menjadi
manusia sukses adalah mengenali semua pencapaian dan kegagalan di masa lalu
untuk merencanakan kehidupan yang lebih baik kedepannya.
Hey cantik, angkat kepalamu. Nanti mahkotamu jatuh. Rise and
shine!

Comments
Post a Comment