Bukan Rindu

Hey, apa kabar hari ini?
Selamat idul adha. Semoga kamu sehat selalu, dan bisa berkurban, paling tidak berkurban ego dan perasaan-perasaan negatif yang merusak hidupmu.

Aku ada di kotamu sekarang. Entah berapa lama sejak terakhir kita bertemu dan bicara secara langsung. Sepertinya sudah lama sekali ya. Aku bahkan hampir lupa, seperti apa senyummu yang sering kulihat di ujung bulan itu. Untuk menyegarkan kembali ingatanku, aku sengaja untuk mencari alasan agar bisa datang ke kotamu, agar paling tidak bisa berpapasan di jalanan tanpa saling menyadari -atau cukup aku yang menyadarinya- atau mungkin melihatmu dari kejauhan. Mungkin pilihan kedua dapat lebih membantuku untuk menyegarkan kembali ingatanku. Saking bersemangatnya, aku bahkan tidak mau menelan obat tidur yang biasanya membantuku memejamkan mata. Kupikir ketika menyisir tempat-tempat yang biasa kau datangi, aku akan dengan mudah menemukanmu.

Ternyata aku salah.
Kau cukup sulit ditemukan. Seharian ini, aku melewati rumahmu beberapa kali, menyusuri tempat-tempat yang biasa kau sebutkan dulu, tapi kamu tidak ada. Aku mulai gelisah. Banyak pertanyaan yang muncul di kepalaku, ingin kutanyakan. Tapi, aku harus menahan diriku agar tidak lepas kendali lagi karena perasaan bodoh yang akhirnya menghancurkan kita.

Akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke satu tempat yang aku sendiri paham bahwa aku tidak akan menemukanmu pada saat seperti ini, karena mungkin kamu sudah pergi saat aku datang. Tak apa. Bagiku, pergi ke tempat yang biasanya kau datangi atau lewati saja sudah cukup. Aku bisa membayangkan aktivitasmu, kesibukanmu disana. Mungkin saat ini kamu ada ditempat yang sama denganku. Namun, semoga kita tidak saling menyadari.

Ini bukan rindu. Mata ini hanya mencarimu untuk menyempurnakan imajinasiku tentangmu. 

Comments

Popular Posts