Sakaw

Hai Lim,

Kita pernah berdiskusi tentang rasa sakaw dan memanipulasi perempuan. Menurutmu, 80% perempuan itu mudah dimanipulasi, diiming-imingi dan dijinakkan berdasarkan ilmu yang sudah kamu pelajari. Perempuan cukup mudah dirayu dengan memberikan kesan tergantung pada interest yang bisa dibaca oleh seorang perempuan dan hal itu bisa diketahui oleh lawan jenisnya melalui komunikasi. Kamu bilang, ini bisa menjadi alasan kenapa perempuan yang pernah mengalami pengalaman buruk menjadi lebih tertutup.

Sebagai seorang perempuan, sebenarnya saya kurang sepakat karena saya menemukan perempuan yang tidak bisa dirayu seperti itu karena mengandalkan logikanya. Namun, saya sepakat bahwa perempuan yang mengalami hal buruk di masa lalu akan lebih tertutup hingga kesulitan untuk mengekspresikan perasaannya, seperti saya saat ini. Entahlah. Sebagai seorang professional, saya mampu untuk terbuka dan berbagi apapun yang saya buka, namun secara personal sangat sulit untuk terbuka karena menurut saya, hal ini akan sangat merepotkan karena akan berpengaruh ke hal lain. saya percaya bahwa gangguan psikologis dalam bentuk apapun dapat memberikan efek yang sangat besar kepada performa di bidang lainnya. Pernah saya mencoba mengambil resiko untuk mulai terbuka pada seseorang yang ingin saya percaya, namun belum apa-apa bibit-bibit rusaknya sudah mulai terlihat.

Kamu tertawa ketika saya mengatakan ‘rusak’ karena menurutmu, saya punya sisi liar yang tersembunyi disini. Saya bercanda, saya bilang setiap orang punya sisi liar dalam dirinya, namun mungkin tarafnya yang berbeda. Entahlah, saya hanya berbicara sekenanya. Kamu mengingatkan, ketika terbuka dengan orang yang tepat dengan ekspektasi yang terukur biasanya kekusutan-kekusutan yang terjadi akan terurai. Beban yang ada dapat lebih ringan dan tidak mengkristal dalam diri kita sendiri. Sialnya, Lim, ekspektasi dalam hubungan personal sering susah untuk diukur. Untuk itu, sebaiknya saya tidak perlu terlibat terlalu dalam daripada harus jatuh ke dalam pencobaan dan membuat trust issue saya semakin parah. Siapa yang menjamin ketika kita mulai bisa mengukur ekspektasi dan terbuka, kita mulai suka dan mulai berani berbicara mereka tiba-tiba menghilang hingga seenak jidatnya menyakiti kita. Perasaan yang kita punya akhirnya hanya akan membuat kita sakaw atas dia yang sebenarnya lebih banyak menyakiti daripada bisa dipercaya. Sebaiknya memang tidak usah melibatkan diri dengan hal-hal yang akan menyakiti kita di masa depan.

“kata sakaw menjelaskan banyak hal tentang pikiranmu, tubuhmu dan jiwamu, Ki. Kamu seperti menangis didalam. Jangan bilang tidak usah, bilang saja belum sekarang,” katamu.

“Kamu suka sakaw, ya Ki,” candamu.

“Perempuan memang mudah sakaw, Ki. Apalagi bila keadaannya sudah sangat intens. Itulah kenapa saya selalu berhati-hati dalam memulai hubungan, karena ketika perempuan menjadi sakaw tentang saya, maka saya yang akan kerepotan,” katamu.

“Nah, ini dia! Saya tidak menginginkan orang yang saya sukai akhirnya terganggu dengan sakaw yang saya alami. Soalnya, kalau saya sudah sakaw, kata teman-teman saya bisa berubah jadi manusia goblok, dan semua label manusia baja hilang,” jawabku sambil tertawa. Itu ketakutan saya selama ini. Merepotkan dan membebani orang yang saya sukai karena rasa suka saya.

“Kamu orang yang ceria, atau polos (?) namun menyimpan banyak rasa sakit. Tapi, ceria itu bukan terlihat dari wajah, tapi dari mata. Jika kamu ingin melihat orang itu bahagia atau tidak, lihat di matanya. Matanya akan menjelaskan semua hal tentang dia: apa dia benar-benar bahagia atau hanya terlhat bahagia,” katamu lagi.

Katamu, standard lelaki saya tinggi, dan laki-laki yang sudah menganggap dirinya ditinggikan oleh perempuan, biasanya banyak melakukan eksplorasi. Saya akui itu. Standard yang tinggi, ekspektasi yang tidak terukur benar-benar membuat saya sangat kacau dalam urusan lelaki saat ini. Itu kenapa saya tidak ingin terganggu dengan ekspektasi bodoh saya, lalu menarik diri perlahan walaupun rasanya ya gak enak. Haha. Rasanya memang seperti ada lubang di dada yang sedang berusaha saya tutup, namun akan kembali menganga karena sakaw. Itu akan berpengaruh ke performa saya di banyak hal, termasuk kesehatan saya sendiri. Fase eksplorasi yang kamu bilang itu, bagi saya dan dia sudah cukup dalam dan terlampau intens, walaupun belum lama. Sudah terlalu jauh.

Lim, mari saya beritahu satu kelemahan saya. Saya adalah tipe orang yang ‘menyerah total’ ketika sudah memutuskan untuk jatuh kepada seseorang. Saya menjadi orang yang sangat bergantung dan akhirnya berdampak ke banyak hal. Saya sedang mencegah hal itu terjadi sekarang, itulah sebabnya saya membangun barrier yang kuat untuk melindungi diri dan perasaan sendiri walaupun rasanya ya sakit. Ah, tak tahu lagi perasaan manusia ini sebenarnya mau apa. Mau dijaga agar tidak merasakan kesakitan malah tidak mau. Nanti kalau sudah sakit, baru menangis seperti bayi.

kamu mengirimkan satu bahan bacaan yang cukup membuat saya tertohok. -Dalam arti, secara internal dia mengalami konflik, namun dia engga mampu mengekspresikannya secara benar.- yang cukup relatable dengan keadaan saya saat ini.

Terima Kasih, Lim.

Comments

Popular Posts