Teman Virtual - Lim

Sekitar bulan maret lalu, saya mengenal seseorang melalui media WhatsApp. Kami tidak pernah bertemu, saya tidak tahu dia orang seperti apa, hanya sebatas mengenal namanya. Sayapun tidak begitu tertarik dengan menanyakan tentang asal usulnya, seperti apa dia dan wajahnya seperti apa. Entah kenapa, berbicara dengan dia cukup nyaman karena tidak perlu bersembunyi tentang siapa saya sebenarnya, dan lebih ‘lepas’ untuk membicarakan sesuatu dibandingkan dengan orang-orang yang sudah pernah saya temui sebelumnya. Kami berbicara tentang banyak hal, mulai dari hal yang paling biasa tentang keseharian saya, hingga hal yang menurut masyarakat cukup tabu untuk dibicarakan. Pada section kali ini, akan saya berikan tag ‘Teman Virtual’ untuk merangkum semua pembicaraan kami dan refleksi saya sendiri tentang pembicaraan-pembicaraan itu. Sebut saja namanya Lim.

Hai, Lim. Ketika kamu membaca tulisan saya disini, semoga kamu ga keberatan yaa jadi bahan pembicaraan yaa.. berhubung ga ngizin dulu hahahahaha. Terima kasih banyak sudah menjadi teman bicara, dan teman untuk bertumbuh walaupun saya tidak tahu kamu siapa. Siapapun kamu, terima kasih sudah menjadi teman bicara yang mau menampung semua pembicaraan gila saya, yang tidak semua orang mau meladeni. Semoga semesta berkehendak, kita bisa bertemu dalam keadaan yang baik dan saya masih tidak perlu bersembunyi tentang siapa saya sebenarnya. Kamu teman yang baik!

Buat siapapun kamu yang membaca tulisan ini, semoga bisa belajar dan berefleksi seperti yang sudah saya lakukan.

Enjoy!


Comments

Popular Posts