Suhu Tubuhnya
Tentang suhu tubuhnya
Pertama kali aku tiba
Aku memegang tangannya
Dingin terasa
Sepi
Rasanya seperti rumah yang kosong
Ruangan yang berdebu dan lengang
Sepi
Tentang suhu tubuhnya
Yang kubangunkan rumah dalam hatinya
Jadi menghangat, jadi berbeda
Dindingnya yang pucat jadi merona
Nyaman
Membahagiakan
Menenangkan
Terasa aman
Namun perlahan menjadi terlalu tenang
Aku merindukan kekacauan
Aku merindukan keributan
Kuputuskan melihat ke halaman
Sejenak keluar, berjalan
Ah, hiruk pikuk yang kurindukan
Ternyata ada diluar sana
Ketenangan tak mampu membuatku aman
Ketenangan tak mampu membuatku bersenyawa
Tentang hatinya yang kujadikan rumah yang hangat
Kuputuskan untuk berpindah tempat
Mematikan lampu, menutup pintu
Meninggalkan rumah yang selaku jadi tempat berpulangku
Tentang rumah yang kutinggalkan itu
Dadi jauh kulihat kembali memucat
Sepi, seperti rumah hantu
Tubuhnya kembali mendingin, hampir membeku
Kulihat dia, orang yang menerima dengan ikhlas hatinya kubangunkan rumah itu
Meringkuk di sudut tempat tidurku
Didalam ruangan itu
Mengunci dirinya
Kupanggil dia, tapi ia tidak mendengar
Dingin telah membuatnya tuli dan membatu
Seluruh pintu yang kutemukan, kugedor
Tak satupun terbuka- pintunya terkunci dari dalam
Tentang rumah yang kutinggalkan itu
Tidak ada lagi senyum yang menyambut saat membuka pintu
Tidak ada lagi kunci cadangan di sakuku
Semua telah menjdi tembok menggantikan pintu
Tak mungkin pulang lagi
Tak mungkin menunggu lagi
Tak mungkin mengetuk lagi
Dia memilih tinggal sendiri
Di rumah yang dulu kubangun untuk ditinggali
Maaf
Hanya itu
Dari luar rumah, aku berdoa
Tentang suhu tubuhnya, semoga bisa menghangat segera
-Mengenang suhu tubuh yang tak biasa di Binenok, Juli 2016

Comments
Post a Comment