18 Hari menuju 2021: Rendah Hati dan Bertumbuh
Apakah salah ketika kita punya rasa jumawa?
Ketika kita punya posisi tawar lebih untuk sesuatu?
Ketika kita tahu nilai kita bukan hanya sekadar yang ingin ditawarkan saat inj kepada kita?
Apakah kita harus menerima sesuatu yang ditawarkan, ketika kita tabu bahwa hal itu akan menjadi tidak sehat untuk diri kita sendiri?
Bagi saya, tidak juga.
Terkadang kita perlu untuk menyadari kualitas diri kita sendiri. Jangan sampai, kita terjebak pada kenyataan bahwa hanya itu yang datang pada saat ini tetapi tidak menyadari bahwa ada hal besar yang akan mendatangi kita. Jangan sampai kita hanya diberi hal kecil, padahal mampu melakukan hal besar. Namun, jangan sampai juga kita 'tereksploitasi' karena kapasitas besar yang kita miliki itu. Hal yang sebenarnya bisa dipakai orang lain untuk belajar meningkatkan posisi tawarnya juga kita gunakan untuk sebuah pengakuan kecil yang sebenarnya sudah tidak kita butuhkan lagi. Kita menjadi terperangkap dengan hal yang membosankan--yang sebenarnya kita tahu ini sepele-- dan akhirnya tidak berkembang.
Saya sadar, kita semua perlu dimanfaatkan, memanfaatkan dan berkembang. Dalam point terakhir itu: bila kita tidak berkembang, untuk apa? Apa masih perlu untuk bertahan dengan apa yang kita miliki saat ini, padahal apa yang kita miliki itu bahkan mampu membawa kita ke tempat yang jauh lebih tinggi untuk mempelajari hal baru dan berekspansi lebih hebat?
Tahan, tunggu dan persiapkan dirimu, Ki. Something bigger is coming. Tinggalkan yang tidak perlu, tidak apa melepas sesuatu saat ini. Ada hal lain yang menunggu kamu di masa depan. Kamu lebih dari apa yang kamu pikirkan. Ingat, dalam beberapa hal kamu boleh berbangga namun dalam seluruh hal, jumawa itu salah. Tetaplah rendah hati karena kamu itu manusia, bukan Tuhan. Hanya Tuhan yang boleh memiliki sifat itu. Teruslah belajar dan bertumbuh.
Ketika kita punya posisi tawar lebih untuk sesuatu?
Ketika kita tahu nilai kita bukan hanya sekadar yang ingin ditawarkan saat inj kepada kita?
Apakah kita harus menerima sesuatu yang ditawarkan, ketika kita tabu bahwa hal itu akan menjadi tidak sehat untuk diri kita sendiri?
Bagi saya, tidak juga.
Terkadang kita perlu untuk menyadari kualitas diri kita sendiri. Jangan sampai, kita terjebak pada kenyataan bahwa hanya itu yang datang pada saat ini tetapi tidak menyadari bahwa ada hal besar yang akan mendatangi kita. Jangan sampai kita hanya diberi hal kecil, padahal mampu melakukan hal besar. Namun, jangan sampai juga kita 'tereksploitasi' karena kapasitas besar yang kita miliki itu. Hal yang sebenarnya bisa dipakai orang lain untuk belajar meningkatkan posisi tawarnya juga kita gunakan untuk sebuah pengakuan kecil yang sebenarnya sudah tidak kita butuhkan lagi. Kita menjadi terperangkap dengan hal yang membosankan--yang sebenarnya kita tahu ini sepele-- dan akhirnya tidak berkembang.
Saya sadar, kita semua perlu dimanfaatkan, memanfaatkan dan berkembang. Dalam point terakhir itu: bila kita tidak berkembang, untuk apa? Apa masih perlu untuk bertahan dengan apa yang kita miliki saat ini, padahal apa yang kita miliki itu bahkan mampu membawa kita ke tempat yang jauh lebih tinggi untuk mempelajari hal baru dan berekspansi lebih hebat?
Tahan, tunggu dan persiapkan dirimu, Ki. Something bigger is coming. Tinggalkan yang tidak perlu, tidak apa melepas sesuatu saat ini. Ada hal lain yang menunggu kamu di masa depan. Kamu lebih dari apa yang kamu pikirkan. Ingat, dalam beberapa hal kamu boleh berbangga namun dalam seluruh hal, jumawa itu salah. Tetaplah rendah hati karena kamu itu manusia, bukan Tuhan. Hanya Tuhan yang boleh memiliki sifat itu. Teruslah belajar dan bertumbuh.

Comments
Post a Comment