Mrs. Wardhana To Be, Day -32

 Setiap kali kami bertengkar hebat atau harus memberikan jeda satu sama lain, saya selalu membuka kembali album foto lama kami. Dari hari pertama bertemu, hingga foto terakhir, mungkin yang saling kami kirimkan melalui aplikasi chatting. Terkadang, saya menemukan foto-foto yang diambilnya tanpa sepengetahuan saya yang membuat saya tersenyum sendiri didepan layar hp. Hal ini saya lakukan untuk mengingatkan kembali, bahwa untuk tiba di titik ini sangat tidak mudah. 

Setahun memang terlihat cukup singkat sih, namun bila kamu tau bagaimana intens dan naik turunnya hubungan kami dalam setahun itu hingga akhirnya memutuskan untuk menikah mungkin kamu tidak akan heran: bagaimana akhirnya kami menumpahkan semua perasaan kami kepada satu sama lain dan bagaimana tersiksanya ketika harus berdiam cukup lama. Tapi kami tidak memungkiri bahwa spasi dan jeda adalah hal yang kami butuhkan untuk tetap menjaga hubungan kami. Bukankah dalam pernikahan kita juga tetap membutuhkan waktu untuk diri sendiri? Mungkin berbeda orang.. Bisa saja dia membutuhkan waktu untuk sendiri, saya tidak. Atau sebaliknya. Memang agak sakit kalau membayangkan orang yang kita sayangi tidak mau melibatkan kita namun bukankah perasaan itu yang membuat kita menjadi manusia dan makin berlapang untuk menyadari bahwa kita terlalu menginvasi ruangnya hingga (mungkin) dia kesulitan untuk bernapas? Bisa saja. 

Namun, kami adalah dua manusia yang memutuskan untuk bertanggungjawab satu sama lain. Bertanggungjawab dihadapan Tuhan, keluarga dan diri sendiri. Barangkali, bertanggungjawab untuk saling menjaga ruang masing-masing untuk mencintai diri sendiri adalah salah satunya. 

Comments

Popular Posts