Surat Cinta Untuk Aku
Hai, Ki.
Apa kabar? Sudah lama kita tidak berbicara pada diri kita sendiri, satu sama lain. Bagaimana kesibukan selama ini? Apakh menyenangkan? Bagaimana perasaanmu? Bagaimana kehidupanmu belakangan ini? Apakah membahagiakan?Ki,
Sudah banyak hal yng kamu lewati. Kamu mendapatkan pencapaian-pencapaian yang tidak disangka. Kamu melewati banyak fase naik turun dalam hidupmu, dan itu membuat perasaanmu juga gonjang-ganjing seperti perahu layar yang diterpa angin. Namun apakah kamu tahu bahwa itu tidak apa-apa?
Kamu hebat, kamu sudah berhasil bertahan hingga detik ini. Kamu bisa bernapas dan hidup.
Ki,
Apa kamu sadar dengan semua kemampuanmu? Kelebihan yang kamu miliki dan kekurangan yang berhasil kamu ubah jadi peluang? Semua kekurangan itu adalah kelebihanmu yang tidak dimiliki orang lain. Seandainya bukan kamu, mungkin orang itu tidak akan bertahan. Kamu lebih kuat dari ini.
Ki,
Saya tahu, mimpimu sangat besar. Jalanmu sangat panjang. Sedalam apapun kamu jatuh, jangan menyerah. Jangan berhenti, istirahatlah saja. Kamu kuat, kamu mampu. Kamu berbeda. Saya yakini itu. Saya tahu, terkadang kamu ingin lari, terkadang kamu berkata pada dirimu, mungkin sebaiknya mati saja. Tapi berhentilah berpikir seperti itu. Sadar atau tidak, semua ini adalah ujian dari Tuhan agar kamu terus naik level. Saya tahu kadang kamu ingin bersandar saja, ingin mencari tempat untuk bergantung. Tapi, ingatlah ini: tidak ada tempat bersandar terbaik selain Tuhanmu dan kamu sendiri. Saya tahu kadang kamu merasa bosan diantara seluruh ketidakpastian yang datang padamu. Saya tahu, kadang kamu menginginkan sesuatu yang pasti dan jelas agar kamu tidak perlu memikirkannya lagi. Tapi, hanya kamu yang bisa memberikan kepastian atas dirimu sendiri. Karena itu, saya menyayangimu, Ki. Karena kamu adalah kamu. Saya tahu kamu mampu, saya tahu kamu cukup kuat untuk semua ini, dan saya ada untukmu.
Bertahanlah, Ki. Bernapaslah. Hiduplah.
Dari yang menyayangimu,
Dirimu sendiri.

Comments
Post a Comment