Hi.

Hi, again. yeah, Im back. Considering video wasnt my really thing either, I am back to write. Sudah lama ya, sejak terakhir kali saya menulis. Terakhir kali saya cek postingan di blog ini, ada di bulan oktober 2022, beberapa bulan sebelum saya melahirkan Marennu. Yes, I gave birth to him, a handsome perfect baby. But he has to be an angel in the family. Marennu lahir dalam kondisi prematur dan akhirnya harus berpulang setelah dua bulan kami berjuang bersama di NICU. Selama setahun terakhir, saya tenggelam dalam duka yang tidak kunjung habisnya, mengingat sang anak pertama yang, rasanya segala hal yang pertama saya lewati bersama dia. Tapi, postingan kali ini bukan untuk membicarakan tentang duka itu. Sepertinya saya masih saja belum siap untuk membicarakannya walau hampir setahun berlalu. Dalam lima tahap berduka, saya tidak pernah sampai pada tahap mengikhlaskan; saya masih saja berputar-putar pada fase yang sama, entah sampai kapan. Jadi, kita akan kembali membicarakan hal random yang ada di kepala saya, anything that can help my desire to talk, since I have no one to talk to. Jadi, apa saja yang saya lakukan dalam masa berduka? saya melakukan banyak hal untuk mengalihkan pikiran saya. Jatuh sakit beberapa kali, stres berat dan hampir depresi saking sedih dan kesepiannya, being a chainsmoker for months, tried so hard to hide that sorrow and grief every single day. I even asked myself: sebesar apa hati yang dibutuhkan seseorang untuk mengikhlaskan sebuah kehilangan. Semua pikiran-pikiran itu menjadi benang kusut didalam kepala hingga akhirnya saya menemukan satu aktivitas yang bisa membantu untuk mengalihkan pikiran saya dari segala duka dan kekacauan yang mengarah kepada self destruktif. Saya mulai belajar merajut. Crochet, bahasa kerennya. Beberapa bulan terakhir, crochet menjadi aktivitas utama yang membuat otak saya berhenti sejenak memikirkan dunia luar. Saya tidak lagi peduli dengan keadaan apapun di luar kamar, selagi saya menjalankan segala kewajiban, maka tidak ada yang bisa mengganggu saya. It was like turning off my brain from everything, including marriage life that brings me headache. hahahaha So I started making something that I can wear or I can show just so satisfy myself. Kadang, saya hanya membuat benang-benang kusut lalu mengurainya lagi, menggulungnya lagi seperti sedia kala hanya untuk membunuh waktu. Saya hanya membayangkan dengan mengurai benang-benang itu juga dapat mengurai segala kekusutan yang ada dalam pikiran saya. Sudah lumayan banyak benda yang saya buat dan saya bongkar. Beberapa masih awet. Probably I'll show you later. Saya berpikiran untuk menuliskan pattern yang saya buat di blog ini sebagai dokumentasi agar orang-orang dapat menggunakannya juga. Terkadang, produk yang saya buat bukanlah pola asli, jadi nanti akan saya cantumkan sumbernya. Beberapa adalah pattern yang saya modifikasi, beberapa adalah hasil perjuangan saya mengutak-atik pola berdasarkan gambar yang saya buat. Lihat saja nanti. Intinya, saya kembali menulis. Minimal dengan menulis disini saya tidak akan kehilangan dokumentasi saya, atau mungkin nanti ketika ingin dibuat lagi, saya tahu dimana akan menemukannya. Salam sayang!

Comments

Popular Posts