Hari Koperasi Internasional 2020
Udah lama nih ngomonginnya soal
galau-galau melulu. Kali ini kita ngomongin yang lain dulu deh! Hahaha
But sebelum kita lanjutin, saya
mau ngucapin selamat Hari Koperasi Internasional buat seluruh kooperator di
seluruh dunia yaa.. yes, hari ini, 4 Juli 2020 adalah Hari Koperasi
Internasional dan dirayakan oleh seluruh aktivis koperasi, dan pergerakannya
tuh ternyata buesaaaaaar banget. Saya ga nyangka kalo segede ini, semodern ini
dan sekeren ini lho sebelumnya. Haha
Tapi ya kali ini kita ga akan
ngobrolin soal sejarah koperasi, bla bla bla dong. Udah lama banget pembahasan
itu. Saya juga lagi males banget ngebahas itu.. huahaha
Jadiii kali ini saya bakalan
ngobrol tentang refleksi saya tentang koperasi itu sendiri sih.. gimana
sebenarnya koperasi di mata saya. by the way tulisan ini saya buat saat lagi
dalam meeting Global Youth Forum reconnect (yang belum tahu soal Global Youth
Forum bisa cek disini) dan salah satu teman ambassador ngajakin saya untuk jadi
pembicara, tentang koperasi masa depan yang saya pikirkan, kaya apa sih
sebenarnya?
Namun, sebelum kita bicara tentang
masa depan, kita memang perlu berkaca ke masa lalu dong.. saya akan mulai dari
pandangan saya di masa lalu tentang koperasi. Pandangan awal saya sebelum masuk
ke coop movement ini, ya samaaa kaya yang lain. koperasi ya soal simpan pinjam
aja, Cuma soal duit, nabung, terus kredit hahahahaha. Cuma ya waktu itu tergiur
sama kata kolega, dia nyimpen duit dan tiap tahun manen hasil. Udah gitu aja,
maka jadilah gaji bulan itu dimasukin ke koperasi semua.
Agak lucu sih awalnya bisa gabung
ke gerakan ini, karena awalnya Cuma iseng aja ikut-ikut daftar ke Global
Cooperative Entrepreneurship Ambassador waktu itu, padahal ga ngerti-ngerti
banget soal koperasi. Saya cuma belajar soal koperasi tuh di sekolah, dan
setelah itu ya ga pernah lagi terpapar ilmu soal koperasi. Namun, karena waktu
itu pendaftarannya pake google drive dan kebetulan udah jadi anggota di salah
satu koperasi, maka jadilah diriku mendaftar. Nah, pendaftarannya tuh bulan
maret 2019 dan harusnya pengumumannya di bulan juli. Karena ga ada pengumuman
maka kupikir ya ga lolos.. ya emang aja yang ngedaftar emang pasti jago-jago
dong.. kita mah apa atuh.. saya udah move on dong. Udah dapet kerjaan lain
sampe bulan September tiba-tiba ada kontak luar negeri, telepon. Gayanya sih
kaya di film-film india gitu pake turban. Takut scam, ga diangkat dong. Haha. Terus
di whatsapp sama dia katanya kamu lhoo lolos untuk jadi Global Cooperative
Ambassador untuk asia pasifik. Eh eike bingung, kapan ndaftarnya ini.. tapi ya
iyain aja.. setelah itu dapet email konfirmasi dan dihubungkan sama mentor Indonesia,
akhirnya untuk pertama kali harus belajar banyak banget tentang koperasi, mulai
dari paling basic: 7 prinsip koperasi walaupun sebenarnya ga habis juga sih.
Baru belajar koperasi dan
akhirnya bisa bawa saya ke India waktu itu, kenal orang-orang yang Cuma pernah
kedengeran namanya, eh ternyata gerakan ini juga cukup massif di Indonesia. Salah
satu mentor bilang, dari 78 orang itu Cuma 3 yang kepilih. 2 orang teman dan
saya sendiri. Diceritain dong waktu itu, ternyata saingan saya semuanya orang
hebat. Ya Allaaaah rejeki emang ga kemana. Kalo inget itu kadang pengen nangis.
Apalagi kalo ingat waktu yang jadi ambassador itu CEO semua. Diriku sendiri
yang mulai dari 0 dan dipilih karena hasil sholat istikharah mentor. Huhu
Setelah belajar singkat di India
itu, mata saya mulai terbuka soal koperasi. Disana sering kesel, ato sering
nyesel yaa kenapa sih ga belajar soal koperasi selama ini? Kenapa sih ga pernah
tau soal ini sebelumnya? Kenapa sih saya ga bisa berkembang kaya orang-orang
disini? Terus, gimana caranya untuk bertumbuh dan bawa pulang semua ini jadi
ilmu yang bermanfaat untuk orang banyak di daerah saya? dari situ, saya mulai
jalan-jalan buat sowan ke koperasi-koperasi, buka jaringan untuk berinovasi. Ternyata
lho banyak banget ide yang bisa dilakukan, namun lebih banyak ketakutannya
daripada dimulai, selain itu juga sumber daya manusia yang kurang. Saya bertekat
untuk mengubah itu. Menambah sumberdaya dan melakukan inovasi untuk kemajuan
daerah sendiri. Selain itu saya memang mulai menetapkan, koperasi adalah mimpi
saya mulai hari ini. Namun bagaimana caranya? Gerakan koperatif masih dipandang
sempit dan hanya alternative di Indonesia. Hanya sedikit orang yang mau
bergerak, apalagi di daerah saya. Maka akhirnya saya ‘terjebak’ dalam
berpuluh-puluh webinar, diskusi dan kelas-kelas terkait koperasi hingga hari
ini, malam ini saat saya menulis sekarang. Kenapa? Nyari ilmu buat terus
berinovasi! Hahahaha
Jadi, bagaimana sih pandangan
saya untuk koperasi hingga saat ini?
Menurut saya, gerakan koperasi
ini keren banget sumpah. Kenapa? Karena ini sebenernya bisnis yang sustainable
dan sangat sangat concern ke manusianya yaa.. banyak company yang bilang ‘memanusiakan
manusia’, sayang sama karyawan, tetapi ternyata kerjaannya itu ga memanusiakan.
Nah, model koperasi ini justru buat saya memanusiakan manusia sih, karena semua
orang bekerjasama untuk penuhi kebutuhannya secara bersama. Untung bersama,
rugi juga ditanggung bersama.
Selain itu juga selama bergabung
di dunia koperasi, saya merasa diajari oleh semesta untuk untuk berkata ‘cukup’.
ketika semua kebutuhan sudah terpenuhi, kenapa kita harus mengambil lebih
banyak lagi, ketika orang lain sedang kekurangan, misalnya kesulitan untuk
memenuhi kebutuhannya? Ini juga melindungi kita dari kata serakah sih. Semua kebutuhan
terpenuhi, semua senang dan semua cukup. bagi saya, ini refleksi yang cukup
menarik, karena ketika orang/company mengumpulkan cuan yang banyak untuk
kesenangannya sendiri hingga akhirnya mendapatkan label ‘kapitalis jahat’
koperasi malah sharing agar semuanya cukup. belajar bersyukur dan berbagi.
Dan saat ini, saya jatuh cinta
dengan model bisnis koperasi..
Nah, tantangannya sekarang adalah
mengubah paradigm orang tentang koperasi itu sendiri. Bagaimana orang ga hanya
berpikir tentang simpan pinjam, tetapi juga berefleksi tentang makna
berkoperasi dan secara sadar dan mau menjadi member koperasi. Koperasi ini
menarik sebenarnya, kalau kita kemas dia dengan gaya yang lebih asyik. Tugas siapa?
Tugas kita anak muda dong!
Btw, udah lama ga upload-upload
foto. Jadi, ini beberapa foto saya dengan para co-operator dari India, tempat pertama yang buka mata saya tentang koperasi.
Sekali lagi, selamat Hari
Koperasi Internasional!




Comments
Post a Comment